Seksologi

Meremas Payudara Bisa Bikin Besar?

Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Dok, apa benar laki-laki suka dengan payudara perempuan yang besar? Terus apa benar remasan laki-laki bisa memperbesar payudara dan juga kalau payudara kendor itu artinya sudah pernah ML? (Gek Yanti, 19 th)

Pilihan Redaksi

  • Membandel, Suwirta Kembali Sidak Cafe Berkedok Warung Lalapan di Nusa Penida
  • Umur Sudah Tua, Tetapi Seks Masih "Jos"
  • Jenuh Rayuan Pria, Malah Lebih Menyukai Teman Gay
  • Jawab:Di dunia ini, tidak sedikit perempuan mengubah ukuran payudara agar terlihat indah. Banyak laki-laki berpikir bahwa bagian tubuh perempuan yang paling memiliki daya tarik seksual adalah payudara. Karenanya payudara sangat sering menjadi topik pembicaraan yang tiada habisnya. 
    Bagi perempuan, tentu saja payudara merupakan aset yang sangat berharga. Walaupun sering dijadikan bahan obrolan, tetapi kenyataannya masih banyak yang tidak tahu apa saja yang harus dilakukan terhadap kesehatan payudara. Padahal dari segi kesehatan, ukuran payudara sesungguhnya bukanlah hal yang penting. Yang penting adalah merawatnya agar tetap bersih dan sehat.
    Sering kali perempuan berpayudara mungil merasa rendah diri saat membanding-bandingkan kepunyaannya dengan perempuan lain karena masih banyak yang berpikir bahwa payudara yang memikat adalah yang berukuran besar, padahal itu tidaklah benar. Akhirnya tidak heran jika ada yang sampai memperbesar payudaranya dengan menggunakan silikon misalnya, walaupun itu sesungguhnya berisiko. 
    Sebenarnya, upaya pembesaran payudara bukan jaminan bisa meningkatkan potensi seksual seorang perempuan.  Ada banyak kasus yang terungkap dimana saat payudara diperbesar justru membuat perempuan menjadi sesak dan merasa tidak nyaman saat berhubungan seksual, terlebih lagi sensitifitas payudara, terutama di bagian puting menjadi menurun pasca operasi pembesaran payudara. 
    Justru sebaliknya, banyak perempuan yang memiliki payudara yang  mungil tetapi performa seksualnya tetap bagus dan disukai oleh pasangannya. Kunci hubungan seksual yang hangat adalah mencintai pasangan dan menerima baik kelebihan maupun kekurangannya. Jangan lupa, diskusikan variasi-variasi baru saat berhubungan. 
    Kalau sudah begitu, payudara kecil bukan lagi sebuah masalah. Juga tidak benar kalau disebutkan semua laki-laki menyukai payudara perempuan yang besar, karena ukuran tentang seksi atau tidak sangat relatif dan tergantung pada persepsi masing-masing orang. Merupakan hal yang biasa kalau kita punya persepsi tentang pasangan yang ideal.
    Seperti juga perempuan, ada yang senang dengan laki-laki yang atletis dan berbulu badan lebat, ada yang lebih memilih laki-laki yang kurus tinggi berkacamata, ada yang suka yang laki-laki “chubby” dan lain-lain. Laki-laki juga begitu. Ekspektasi mengenai pasangan ideal ini bisa bervariasi menyangkut tinggi badan, warna kulit, rambut ikal atau lurus, sampai bentuk payudara. 
    Selera laki-laki tentang payudara perempuan juga banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Laki-laki suku Indian lebih suka perempuan yang berdada besar dan memanjang ke bawah, sedangkan laki-laki dari eskimo lebih suka perempuan yang berdada rata. Jadi, tentu saja semuanya itu menjadi relatif.
    Sebuah pertanyaan yang memang sering ditanyakan adalah apakah benar sentuhan dan remasan laki-laki pada payudara perempuan dapat merangsang pembesaran payudara, tentu saja ini juga sebuah hal yang keliru. Ukuran  payudara itu sangat individual yang sangat tergantung dari genetik. Sama seperti bentuk hidung, bentuk wajah, bentuk pinggul yang beda antara satu orang dengan yang lain. 
    Tidak ada tindakan apapun yang dapat memperbesar atau mengecilkan payudara selain melalui suntikan atau bedah plastik. Jadi sekali lagi, berhati-hati saja, jika laki-laki bilang payudara bisa tambah besar dengan diremas-remas, janganlah dipercaya.  Demikian juga masih banyak yang percaya jika perempuan yang payudaranya kendor dan melorot pasti sudah pernah berhubungan seks. Padahal ini juga salah. Bila payudara yang besar dengan jaringan lemaknya banyak, otomatis bentuknya akan turun. Juga dengan bertambahnya umur, terjadi perubahan pada payudara. 
    Pada usia 20-30 tahun payudara didominasi kelenjar susu, jadi bentuknya sangat padat. Sementara di atas usia 30 tahun, kelenjar susu berubah menjadi jaringan lemak. Sehingga secara alami, di atas usia 35 tahun, komposisi payudara lebih banyak jaringan lemak dibandingkan dengan kelenjar susu, sehingga menjadi lebih kendor. Olahraga berperan penting dalam membentuk otot dinding dada, dan bila otot ini kencang, secara otomatis akan menarik payudara. 
    Sekali lagi, ukuran dan bentuk bukanlah segalanya, tetapi justru yang perlu diperhatikan adalah merawatnya dan mendeteksi adanya gangguan sejak dini.  Potensi seksual juga tidaklah selalu terkait dengan ukuran payudara. Perhatikan selalu keadaan payudara, rajinlah melakukan pemeriksaan payudara mandiri baik dengan melihat di cermin ataupun dengan meraba-raba dengan cermat di setiap area payudara. Hal ini disebut dengan “sadari” atau “periksa payudara sendiri”. 
    Jika misalnya belum pernah berhubugan seks dan tidak sedang hamil, tapi payudara mengeluarkan cairan, atau pada payudara terdapat benjolan, payudara terasa selalu sakit padahal tidak sedang dalam masa menjelang atau sedang menstruasi, maka perlu segera melakukan pemeriksan lebih lanjut . Hal-hal tadi bisa jadi merupakan gejala awal tumbuhnya tumor, yang dapat menjadi kanker payudara. 
    Kalau hal-hal seperti ini terjadi, jangan ragu, takut atau malu, segeralah periksakan diri ke dokter sebelum terlambat. Kalau dideteksi dan ditangani sejak dini, semua gangguan dan abnormalitas payudara dapat diatasi secara total dan akhirnya menjadi tetap sehat.

    Penulis : Dokter Oka Negara

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Remas Payudara Bikin Besar Seksologi



    Seksologi Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Seksologi

    Berita Bali TV