Seksologi

Seksologi dr Oka Negara, FIAS

Hubungan Seks Sembunyi-Sembunyi dan Cepat, Berbahayakah?

Minggu, 27 Januari 2019 | 19:15 WITA

beritabali.com/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tanya: “Dok, suami saya belakangan beberapa kali mengajak untuk melakukan hubungan seksual sembunyi-sembunyi di toilet kantor, malah pernah sekali di ruang kerjanya. Jadinya kan melakukannya cepat-cepat. Saya menikmatinya, tetapi bikin deg degan, soalnya takut ketahuan. Ini bahaya nggak, dok?” (erika, bandung, 25)

Pilihan Redaksi

  • Kasus Paedofilia Tidak Terlihat di Permukaan, Tetapi Bisa Terjadi di Bawah
  • Suwirta Soroti Penempatan Kondom di Depan Kasir Toko Modern yang Harusnya Tersembunyi
  • Rasa Nyeri di Kelamin Bikin Susah Orgasme
  •  
    Jawab: Apa yang dilakukan ini dikenal dengan istilah populer Quickie. Quickie atau seks kilat sesungguhnya merupakan salah satu gaya bercinta yang bisa menjadi pilihan jika tidak cukup punya waktu apalagi jika memang benar-benar dorongan seksual muncul secara tiba-tiba dan tidak bisa lagi dibendung di saatnya datang. Untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan pasangan sesungguhnya tidak harus melakukannya di kamar tidur atau melalui tahapan ideal, mulai dari foreplay, coitus hingga afterplay. Asalkan sama-sama bergairah, diinginkan, kepuasan seksual juga bisa tercapai walaupun dalam waktu singkat. 
     
    Sering kali justru Quickie dapat berlangsung dengan lebih panas, nakal, menggebu-gebu dan liar. Ini merupakan salah satu solusi bagi pasangan sibuk dan selingan dari seks rutin yang mulai membosankan. 
     
    Pada dasarnya orang melakukan quickie dengan tujuan supaya aktivitas seks bersama pasangan tidak berlangsung monoton dan membosankan. Sehingga aktivitas ini bisa dijadikan variasi seks juga. Quickie malah akan menjadi sangat mendebarkan karena terjadi secara spontan, kilat dan tanpa harus menaggalkan semua pakaian. Rasa berdebar tadi yang muncul karena takut ketahuan orang justru memiliki nilai lebih, dapat membangkitkan gairah seks yang lain dari biasanya. Tempatnya pun bisa di mana saja seperti di toilet, dalam mobil, bioskop, lift, di belakang atau lorong klub malam hingga tangga darurat. Dan kantor adalah tempat paling favorit. Setelah jam kerja usai, suasana kantor sudah sepi, Anda dapat beraksi liar di lokasi ini. Carilah tempat yang aman agar tak dilihat orang. Anda bisa bercinta di ruangan Anda, di belakang meja, di samping file cabinet di sofa, atau di tempat lain yang sudah Anda ketahui benar keamanannya.
     
    Sering beredar persepsi di kalangan beberapa laki-laki bahwa quickie adalah salah satu pilihan gaya bercinta seorang laki-laki sejati. Laki-laki merasa perlu sesekali menikmati seks kilat karena menganggap memang perlu memenuhi pelampiasan seksualnya dengan cepat. Tapi faktanya, seks kilat tidak hanya diminati oleh laki-laki, tetapi perempuan pun mulai menyukai gaya bercinta tipe ini. Walaupun kebanyakan perempuan lebih menginginkan hubungan seks yang lembut dan romantis yang dilakukan secara bertahap, tetapi sebagai variasi tentu saja perempuan membutuhkan sensasi kenikmatan seks yang berbeda. Bagi yang sudah sering melakukannya, jika hal itu dilakukan di jam-jam kerja bukan di rumah atau ketika jam makan siang tiba, justru memiliki efek yang luar biasa. Beberapa menyebutkan, usai melakukan quickie sex, malah mampu berpikir dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik. 
     
    Jika memang Anda berminat dan ingin menikmati gaya bercinta Quickie ini, ada beberapa tips yang perlu disimak:
     
    Foreplay secukupnya saja. Jika tidak sempat dilakukan saat bertemu langsung, lakukan foreplay sebelum bertemu. Rangsang dan munculkan dorongan seksual pasangan dengan memuji keindahan tubuhnya, memuji wanginya, melalui telepon ketika berdua masih di tempat kerja masing-masing. Sedikit ucapan “nakal” dijamin bisa membuatnya tak sabar untuk bertemu dan melepaskan gairah bersama.
     
    Nikmati setiap waktu, detik demi detik. Walaupun kilat, harusnya bisa dinikmati bersama. Jadi bukan berarti terburu-buru untuk mencapai orgasme secara kilat. Begitu Anda dan pasangan bersedia melakukannya, nikmati setiap detiknya. Anda dan pasangan bisa saling membantu bila ada pihak yang belum terangsang secara cepat. Setelah usai, sisakan waktu beberapa saat untuk dinikmati bersama pula.
     
    Berikan kejutan. Seringkali kenikmatan quickie justru karena tidak sempatnya foreplay yang maksimal sehingga bagian bagian sensitif dan peka rangsangan harusnya bisa menjadi fokus perhatian yang paling intens. Misalnya bila pasangan Anda sedang membaca atau menelpon temannya, Anda bisa langsung menyentuh bagian sensitif tubuhnya untuk dilanjutkan ke aktivitas seks kilat tersebut. 
     
    S

    Pilihan Redaksi

  • Wagub Cok Ace "Ngayah Nyolahang" Topeng Sidakarya Saat Puncak Karya di Pura Er Jeruk
  • Jaksa Tuntut Si Brewok Pelaku Penggelapan Mobil 3 Tahun Bui
  • Pemkot Menargetkan Seluruh LPD se-Kota Denpasar Memiliki Server Tahun 2022
  • ama-sama menginginkan. Walau seringkali dinikmati laki-laki, tetapi perempuan juga bisa menikmatinya secara optimal. Perempuan tetap bisa mencapai orgasme meski kualitasnya tidak sebaik seperti hubungan seks yang foreplay-nya cukup. Quickie sex tak akan berhasil bila ada pemaksaan dari salah satu pihak yang biasanya didominasi oleh laki-laki. Karena dengan adanya kesadaran dan keinginan melakukan seks kilat, masing-masing pihak baik laki-laki maupun perempuan akan berusaha mencapai orgasme dengan caranya sendiri-sendiri. Paling tidak, dorongan seksual yang membara bisa menjadi modal kuat untuk mencapai orgasme.
     
    Meski pada kenyataannya Anda siap dan bisa mencapai orgasme lewat seks kilat, namun disarankan untuk tidak melakukannya terlalu sering. Gaya bercinta yang romantis dengan foreplay yang cukup dan tanpa tergesa-gesa tetaplah harus menjadi menu utama hubungan seks Anda dan pasangan. Jadikan quickie hanya sebagai selingan yang membuat kehidupan cinta Anda dan pasangan jadi lebih berwarna dan menggairahkan.[bbn/dr. oka negara/psk]

    Penulis : Putra Setiawan

    Editor :


    TAGS : Seksologi Okanegara Bali



    Seksologi Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Seksologi

    Berita Bali TV