Seksologi

Seksologi dr Oka Negara, FIAS

Diajak "ML" di Dalam Kolam Renang, Apakah Aman?

Minggu, 02 Juni 2019 | 09:17 WITA

beritabali.com/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
“Dok, maaf cerita begini. Saya sudah menikah dua tahun dan sangat menikmat kehidupan seksual kami yang penuh gairah. Tetapi ini suami saya belakangan terus-terusan merayu saya untuk mau melakukan ML (berhubungan seksual) di kolam renang. Katanya sih ingin merasakan sensasi di dalam air. Saya masih menolaknya, karena belum tahu risikonya. Sebenarnya, amankah ini, Dok? (Putri,28,Denpasar)."

Pilihan Redaksi

  • Tercatat 135 Kasus Pelecehan Seksual, KDRT, Penelantaran dan Anak Berhadapan Hukum
  • Dituduh Mengidap HIV, Lalu Bagaimana Sebenarnya Kita Bisa Tahu Terinfeksi?
  • Kasus HIV/AIDS di Denpasar Terdeteksi 1000 Kasus Per-Tahun Dalam 2 Tahun Terakhir
  •  
    Jawab: Di tempat praktek sering ditemukan pasangan suami-istri mengeluhkan hubungan seksual yang membosankan hanya gara-gara dilakukan dengan cara konvensional dan itu-itu saja. Karenanya mencoba hal yang mendebarkan dengan mencoba melakukan hubungan seksual dalam suasana baru seperti di air, contohnya di kolam renang akan menjadi sebuah tantangan baru yang menggairahkan demi mendapatkan kepuasan seksual yang maksimal. Tentu saja semua harus disepakati bersama dan tanpa ada satu pihak pun yang terpaksa.
     
    Air secara psikis dianggap membawa kesegaran. Setiap aliran dan guyuran air yang menerpa tubuh akan dirasakan membawa kesegaran dan ketenangan. Hubungan seksual dalam kolam renang akan menjadi aman jika air yang digunakan adalah air bersih dan tidak mengandung kuman serius. Di samping itu karena kelamin perlu dibersihkan setiap hari, maka airpun akan bermanfaat banyak untuk kebersihan penis dan vagina. Cukup dengan air bersih saja, penis lebih mudah dibersihkan. Sedangkan vagina tentu saja perlu cara yang benar untuk membersihkannya, terlebih di saat buang air kecil, atau buang air besar, jangan sampai justru malah ada kotoran dari dubur yang masuk ke liang vagina misalnya.
     
    Ada yang merasa takut dengan masuknya air kolam ke vagina. Sesungguhnya perlu diketahui bahwa vagina itu tidak benar-benar steril. Banyak makhluk sangat kecil atau mikroorganisme yang hidup di dalamnya, berkompetisi dan bersinergi menciptakan sebuah keseimbangan alamiah. Tetapi, memang semua ada batasnya, jika kuman yang masuk jumlahnya berlebihan karena air yang digunakan tidak bersih, atau vagina kemasukan bahan-bahan yang berbahaya yang bersifat merusak dinding vagina, tentu saja akhirnya vagina bisa lecet, luka, meradang atau terkena infeksi. Tetapi, selama pasangan tidak mengidap infeksi menular seksual, baik yang disebakan oleh virus, bakteri, hingga jamur, sesungguhnya penetrasi tidak ada bedanya antara di air maupun di tempat kering.
     
    Lalu, adakah manfaat berhubungan seksual di dalam air? Manfaatnya lebih ke psikis. Ini bisa dilakukan bila hubungan seksual sudah mendatangkan rasa bosan dan aktivitas harian juga sering mendatangkan ketegangan, baik di pekerjaan, pergaulan sosial, termasuk di hubungan dengan pasangan. Kebugaran bisa didapatkan kembali dengan menyingkirkan gangguan psikis melalui relaksasi. Dengan melakukan hubungan seksual di kolam renang, yang menjadi target adalah melakukan variasi seksual, melenyapkan kebosanan dan membuang ketegangan. 
     
    Air kolam renang bisa membawa sensasi relaksasi yang menyegarkan pikiran sekaligus badan, apalagi bisa dilakukan dengan pasangan sambil melakukan pijatan mesra bergantian untuk mengendorkan ketagangan otot dan memperlancar peredaran darah. Sebagai tujuan akhir dari semua tentu saja adalah pencapaian kepuas

    Pilihan Redaksi

  • KSOP Benoa Tunda Keberangkatan Kapal Pemudik Tujuan Bima Selama 3 Jam
  • Kartunis Kadek Jango: Bu Ani Sosok yang Sangat Ramah
  • Gubernur Koster Sebut Upacara Secara Massal Lebih Efektif dan Efisien
  • an seksual yang maksimal. Saat orgasme maksimal terjadi, maka otak akan melepaskan oksitosin dan endorfin, yang membuat rasa nikmat, lega sekaligus rileks yang amat sangat.
     
    Berhubungan seksual di media air juga bisa memunculkan banyak kreatifitas lainnya terutama dalam posisi dan saat foreplay atau pemanasan, tetapi, hati-hati tenggelam jika tidak pandai berenang dan melakukannya di kolam yang agak dalam. Satu lagi, hati-hati dilihat dan bahkan direkam orang jika melakukannya di kolam renang di tempat terbuka yang bisa diakses publik. Pandai-pandailah memilih tempat dan situasi.
     
    Jadi, hubungan seksual di kolam renang sebenarnya juga merupakan upaya variasi seksual. Variasi seksual itu kuncinya adalah disukai, disetujui bersama, tanpa paksaan dan tidak mengundang bahaya. Variasi seksual yang unik, menegangkan dan belum pernah dilakukan, sering kali sangat ditunggu dan bisa membakar hasrat dan dorongan seksual menjadi lebih menggelora. Silakan saja dilakukan, asal jangan menggunakan alat-alat bantu seksual yang berbahaya, atau di tempat yang berbahaya. [bbn/dr.oka/psk]

    Penulis : Dokter Oka Negara

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Seksologi Okanegara Bali



    Seksologi Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Seksologi

    Berita Bali TV