Seksologi

Seksologi dr Oka Negara, FIAS

Bintik-Bintik Berair di Kelamin, Penyakit Apa Itu?

Minggu, 18 Agustus 2019 | 09:10 WITA

beritabali.com/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tanya: “Dok, saya ingin tanya tentang keluhan yang baru saya temukan di kelamin saya, tampak berbintik-bintik mengumpul seperti cacar air, jika pecah rasa sakitnya luar biasa, sampai memakai celana dalam pun rasanya perih jika bergesekan dengan celana dalam. Apa kira-kira penyakit ini? Apakah merupakan jenis penyakit kelamin yg berbahaya? Penularannya melalui apa? Dan apakah penyakit ini bisa kambuh lagi karena ini yang kedua kalinya dan bintik-bintiknya selalu sama pada daerah itu saja? (Putra-Mengwi)”

Pilihan Redaksi

  • Polda Bali Sebar 631 Personil untuk Pengamanan Presiden Jokowi
  • Dukung Jadi "Role Model" Antikorupsi, Roadshow Bus KPK Sambangi Badung
  • Pewaris Pahlawan I Gusti Ketut Jelantik Ceritakan Gugur Almarhum Karena Diperdaya Saudara
  • Jabat Anggota Dewan Kembali, De Gadjah: Jalankan Aspirasi Masyarakat Lebih Baik
  •  
    Jawab: Jika dicermati secara singkat dari keluhan dan gejalanya, sepertinya yang sedang dialami adalah salah satu jenis infeksi menular seksual yaitu herpes genitalis atau herpes kelamin. Tetapi akan jauh lebih baik hal ini dipastikan dengan memeriksakan diri langsung ke dokter, supaya tepat diagnosis dan tepat penanganan.
     
    Jika ini benar herpes kelamin, maka perlu diketahui bahwa herpes kelamin sering menjadi momok dan membuat stres karena sifatnya yang tidak bisa disembuhkan dan berulang. Mengapa? Karena belum ada obat yang sanggup mengeliminasi virus penyebabnya, yaitu virus herpes simpleks, dari tubuh sejak tertular. Herpes kelamin bisa tampak di penis, vagina, termasuk di pintu dubur serta pantat dan pangkal paha.
     
    Jika virus aktif akan muncul gejala awal mulai pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi dan berlanjut hingga minggu kedua. Penderita merasa gatal di kelamin, disertai kemudian rasa panas bercampur kesemutan dan sakit. Lalu muncul bercak kemerahan berisi bintik-bintik kecil berair, diikuti sekumpulan bintik lepuhan kecil terasa nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka melingkar. Luka yang terbentuk ini biasanya menimbulkan nyeri dan membentuk keropeng (luka yang mengering). 
    Selain itu, penderita juga bisa mengalami kesulitan berkemih dan ketika berjalan akan timbul nyeri. Luka baru akan membaik dalam waktu 10 hari tetapi bisa meninggalkan jaringan parut. Gejala lain yang sering juga menyertai adalah berupa kelenjar getah bening selangkangan biasanya agak membesar. Gejala awal ini sifatnya lebih nyeri, lebih lama dan lebih meluas dibandingkan gejala berikutnya dan mungkin disertai dengan demam dan perasaan tidak enak badan.
     
    Saat virus sedang tidak aktif, umumnya penderita tidak menampakkan gejala apapun, ia terlihat seperti orang sehat. Namun perlu diingat bahwa sekali terinfeksi -walaupun kelihatannya sudah sembuh- virus herpes simpleks ini tetap berada dalam tubuh dan sewaktu-waktu bisa kambuh. Meski tidak aktif, cairan penderita (air liur, sperma, dan cairan kelamin wanita) tetap dapat menularkan virus pada orang lain. Tanda awal herpes kelamin yang kambuh adalah rasa gatal. Rasa gatal pada perempuan lebih ringan dibanding pada laki-laki. Rata-rata frekuensi kambuhnya adalah 4 kali pada tahun pertama. Meski demikian, jumlah kambuh mungkin saja bervariasi mengingat kondisi tubuh tiap-tiap orang berbeda.
     
    Bagi yang memiliki lebih dari satu pasangan, mustinya waspada dengan penyakit ini. Semakin sering berganti pasangan, resiko tertularnya semakin tinggi, terlebih bagi perempuan. Faktanya, perempuan memiliki resiko terinfeksi herpes dua kali lipat lebih besar dibanding laki-laki. Hal ini dikarenakan permukaan organ kelamin perempua

    Pilihan Redaksi

  • SVF 2019 Akan Tampilkan Kolaborasi Musisi Jazz dengan Sekehe Jegog
  • Wisman China yang Tewas Jatuh di Devil Tears Sempat Dilarang Dekat Tepi Tebing
  • Cemburu, Pria Asal NTT Siksa Pacarnya dari Malam Hingga Pagi
  • Hari ketiga Pencarian, Keberadaan Dadong Tuprug Bak Ditelan Bumi
  • n lebih luas dari laki-laki sehingga memungkinkan paparan infeksi virus menjadi lebih besar. Selain resiko tertular yang lebih tinggi, penyakit herpes kelamin pada perempuan juga menimbulkan masalah yang jauh lebih banyak. Misalnya, pada ibu hamil yang menderita herpes kelamin bisa menyebabkan keguguran, gangguan saraf otak janin, hingga kebutaan. Itulah mengapa perempuan harus pandai-pandai menjaga diri agar tidak tertular berbagai infeksi menular seksual.
     
    Karena disebabkan oleh virus, belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit herpes kelamin, sehingga pencegahan adalah cara yang terbaik. Kalaupun ada obat yang bisa diberikan, tujuannya adalah untuk meringankan gejala dan membantu meningkatkan imunitas tubuh. Juga yang perlu dilakukan adalah menjaga pola makan untuk dapat lebih ditingkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan antioksidan, mengistirahatkan tubuh dengan tidak begadang dan bekerja berlebihan sehingga mendapatkan tidur yang cukup, serta hindari stres karena kondisi stress malah akan memperburuk penyakit dan mempersering kekambuhan. 
     
    Jadi, pastikan Anda memastikannya dengan memeriksakan ke dokter terlebih dahulu, sekalian untuk rekomendasi penanganan yang lebih tepat. Dan buat semuanya selalu ingat untuk selalu melakukan seks yang sehat, terutama yaitu tidak berganti-ganti pasangan seksual. [bbn/dr oka negara/psk]

    Penulis : Dokter Oka Negara

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Seksologi Okanegara Bali



    Seksologi Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Seksologi

    Berita Bali TV