Seksologi

Guru Spiritual Pasang Karet Hitam di Kelamin untuk Memperbesar Penis

Minggu, 22 September 2019 | 15:00 WITA

bbn/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
  Dok, ini suami saya saya ajak kemari, karena sejak kemarin dia mengeluhkan kelaminnya sakit. Ternyata saya dibuat terkejut, karena di pangkal kelaminnya ternyata ada karet hitam yang menjerat kelaminnya. 

Pilihan Redaksi

  • Media Asing Ekspos Larangan Seks Pranikah di Bali, Ini Komentar Pelaku Pariwisata
  • Amankah Jika Berhubungan Saat Istri Hamil?
  • Istri Keranjingan Video Porno, Apa Dampak Negatifnya?
  •  
    Setelah saya Tanya, itu adalah karet hitam yang dipasang oleh guru spiritualnya tiga hari lalu untuk memperbesar kelaminnya, dan kelaminnya menjadi bengkak menghitam begini, yang membuatnya kesakitan dan dia bilang tidak boleh lepas kecuali oleh guru spiritualnya, sementara guru spiritualnya sedang di kampung halamannya di Banyuwangi dan baru minggu depan kembali ke Bali. Ini bagaimana, Dok? Padahal selama ini saya tidak pernah mempermasalahkan ukuran kelaminnya. (Suarni, Kuta, 32th)
     
    Jawab:
    Kasus kali ini adalah dari pasien yang datang ke tempat praktek. Kasus ini cukup mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan segera, karena jika dibiarkan dan tidak ditangani segera maka akan mengakibatkan bahaya yang lebih serius, kerusakan jaringan penis, hingga terjadi kematian jaringan atau disebut dengan nekrosis, yang akhirnya membuat penis menjadi tidak berfungsi lagi. 
     
    Jika dicermati kembali kasus ini, si suami ingin melakukan pembesaran ukuran penisnya, dan telah melakukannya dengan meminta bantuan kepada seseorang, dalam hal ini adalah guru spiritualnya, yang kebetulan merekomendasikan dengan menggunakan cara menjerat pangkal kelaminnya menggunakan karet hitam yang selanjutnya terlihat penis menjadi besar, padahal yang terjadi sesungguhnya adalah bendungan aliran darah yang menuju penis, yang bila kemudian dibiarkan akan membawa masalah kerusakan jaringan penis jika dibiarkan, dan selama proses bendungan ini terjadi akan terasa sakit sekali.
     
    Akan selalu muncul banyak diskusi yang tiada habisnya mengenai penis, termasuk tentang ukuran ideal untuk dapat membawa kepuasan seksual bagi laki-laki dan pasangannya. Sebuah mitos populer tentang ukuran penis adalah “lebih besar, lebih baik”. Secara turun temurun berbagai cara tidak logis dan tidak ilmiah telah dilakukan untuk memperpanjang ukuran penis, dan memperbesar diameternya, yang ternyata dapat mengakibatkan efek buruk, akhirnya malah mengorbankan fungsi penis itu sendiri.
     
    Berhati-hatilah, struktur penis karena lebih banyak jaringan ikat dan otot polos dengan hanya sedikit otot bergaris, maka sejak pubertas mencapai puncak di usia 16-17 tahun, ukuran penis sudah tidak bisa lagi mengalami perubahan. Sedangkan sebelum usia tersebut ukuran penis masih bisa berkembang karena pengaruh hormon, terutama testosteron.
     
    Ketakutan laki-laki bahwa ukuran penisnya terlihat terlalu kecil untuk memuaskan pasangannya saat berhubungan seksual seringkali menjadi sebuah alasan paling sering. Namun, justru kebanyakan laki-laki yang berpikir penis mereka terlalu kecil sesungguhnya memiliki penis masih berukuran normal. Alasan lain yang sering muncul adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri.
     
    Harap dicatat bahwa secara fisik, ukuran penis tidak berpengaruh bagi tercapainya orgasme dan kepuasan seksual perempuan, selama penis dalam keadaan normal sesuai perkembangan seharusnya. Orgasme dan kepuasan seksual perempuan lebih ditentukan oleh kualitas ereksi, kemampuan mengontrol ejakulasi dan keterlibatan emosional terhadap pasangan.
     
    Apa yang dilakukan oleh si suami adalah hal yang keliru, dan ini dilakukan oleh banyak laki-laki dari jaman ke jaman, Telah banyak upaya keliru yang dilakukan laki-laki selama ini untuk melakukan pembesaran penis. Tanpa disadari hal ini menjadi sasaran kalangan-kalangan yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan komersial yang tidak logis. 
     
    Padahal sudah jelas pada banyak kasus, yang terjadi setelah melakukan prosedur memperbesar penis adalah banyak penis yang mengalami kerusakan baik secara fisik maupun fungsi seksual. Alat-alat bantu yang ditujukan secara komersial untuk pembesaran penis dapat berbahaya bagi kesehatan seksual laki-laki yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada penis. 
     
    Kalau coba dicermati kembali apa yang sering dilakukan untuk pembesaran penis yang lain contohnya adalah berupa suntikan silikon cair yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan penis secara permanen hingga kanker, hingga mengkonsumsi pil, obat oles dan bahan lain (misalnya rendaman teh). 
     
    Tidak satu pun dari produk-produk ini terbukti bekerja dan beberapa mungkin dapat berbahaya  jika dosisnya sembarang, misalnya yang sengaja dioplos dengan hormon tanpa takaran yang jelas. Dalam banyak kasus, ukuran penis adalah soal preferensi pribadi bagi laki-laki dan pasangannya. Kalau selama ini dirasa misalnya perempuan merasa ukuran penis pasangannya lebih kecil dari apa yang diketahui atau dari pengalaman seksual dengan pasangan sebelumnya, berarti mind settingnya yang perlu diperbaiki.
     
    Karena yang lebih utama adalah relasi seksual dan komunikasi seksual yang baik, jadi tidak hanya ukuran fisik semata.  Terlebih perlu disadari bahwa peka rangsangan pada vagina (G-spot)  terletak di sepertiga bagian luar vagina. Jadi, sebetulnya sangat tidak relevan memperpanjang atau memperbesar ukuran penis demi kepuasan pasangan.
     
    Sesungguhnya banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pemahaman seksual yang baik bersama pasangan. Hal-hal berikut bisa dilakukan, terutama saat sudah aktif berhubungan seksual dengan pasangan: Berkomunikasi seksual yang lebih baik dengan pasangan. Termasuk berusaha berdiskusi terbuka tentang segala apa yang ada di diri dan pada pasangan.
     
    Meningkatkan penampilan diri. Olahra

    Pilihan Redaksi

  • British Ambassador to Indonesia Owen Jenkins First visit to Bali
  • Komunitas Gema Perdamaian Doakan Seluruh Insan Pertiwi Dianugerahi Perdamaian
  • Minum Teh Ternyata Baik untuk Kesehatan Otak
  • ga teratur tentu saja dapat membuat perbedaan besar. Juga kebiasaan hidup sehat, makan berimbang, menghentikan kebiasaan buruk (merokok, alkohol), menjaga berat badan tetap ideal. Rapikan rambut kemaluan yang tidak rapi di sekitar dasar penis, sehingga dapat membuat penis tampak lebih menarik. Pencukuran rambut kelamin  dapat meningkatkan sensitivitas di sekitar dasar penis.
     
    Berdiskusilah dengan dokter yang memahami kesehatan seksual. Banyak laki-laki akhirnya merasa nyaman dengan keyakinan bahwa mereka “normal” atas rekomendasi seorang ahli. Jadi, yang justru sangat penting untuk dilakukan saat ini adalah mengedukasi seluruh lapisan masyarakat agar memiliki pengetahuan yang memadai, termasuk tentang seksualitasnya. Atas dasar pengetahuan yang baik ini akan terbentuk persepsi yang sehat dan dasar perilaku seksual yang sehat. Dan mitos memperbesar penis sudah seharusnya tidak lagi dipercaya dan dihindari, karena sering kali mengorbankan fungsi seksual. (bbn/dr Oka Negara/rob)

    Penulis : Dokter Oka Negara

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Karet Hitam Perbesar Penis Seksologi



    Seksologi Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Seksologi

    Berita Bali TV