Seksologi

Kotoran Putih di Kelamin Bikin Gatal

Minggu, 29 September 2019 | 10:55 WITA

shutterstock

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tanya: “Dok, belakangan aku perhatikan kelamin aku sering keluar kotoran-kotoran putih. Itu bikin gatal. Mudah dibersihkan tapi selalu muncul lagi, dibawah kulup kelamin. Kelamin aku tidak disunat. Itu apa ya? Berbahayakah, Dok?" (Putra, 25)

Pilihan Redaksi

Jawab: Kotoran penis yang berwarna putih disebut smegma. Perlu diketahui, penis adalah salah satu organ vital yang harus selalu bersih. Selalu menjaga kebersihan penis tidak hanya akan menguntungkan laki-laki, tetapi juga pasangannya. Tetapi pada kenyataannya, banyak laki-laki yang kurang memperhatikan kebersihan penis dan ini dapat memicu risiko kesehatan yang cukup serius. Dalam kasus di atas bisa ditebak bahwa penanya karena tidak disunat kemungkinan besar jarang membersihkan kulup atau kulit yang menutupi kepala penis. Sehingga kotoran-kotoran putih atau smegma juga akan bertumpuk-tumpuk di bagian leher penis di bagian lipatan dalam kulup. Hal ini akan mengundang risiko infeksi, kemungkinan pemicu kanker penis di masa datang dan tentu saja sangat tidak menyenangkan untuk pasangan seksualnya.
Membersihkan penis sebenarnya sangat mudah. Salah satu cara paling mudah adalah membasuh bagian penis dengan air hangat atau air bersih setiap hari saat mandi. Buat yang tidak disunat tinggal tarik kulit yang menutup kepala penis dengan lembut dan cuci bawahnya dengan bersih. Itu saja sudah cukup. Jika tidak melakukannya, atau tidak membersihkannya dengan benar makan akan mulai terlihat ada kotoran menumpuk yang disebut smegma tadi. Smegma ini sebenarnya adalah pelumas alami yang membuat lembab penis. Ini ditemukan pada kepala penis dan di bawah kulup. Smegma yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri. Hal ini dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan dan sering juga mendatangkan keluhan gatal.
Satu catatan lagi, jangan terlalu sering dan berlama-lama mencuci penis dengan sabun karena justru bisa menyebabkan iritas. Iritasi bisa menyebabkan rasa nyeri. Jika ingin membersihkan penis dengan sabun, pilihlah sabun yang lembut atau tidak beraroma untuk mengurangi risiko iritasi kulit dan jangan terlalu sering. Hindari pula penggunaan bedak dan deodoran pada penis. Pada laki-laki yang disunat, membersihkan penis harus tetap dilakukan. Yang sudah disunat dan tak memiliki kulup, kepala penis tidak lagi terlindung dari debu, keringat dan segala macam iritasi. Oleh sebab itu, pembersihan dengan cara mencuci juga wajib dan harus rutin dilakukan.
Jangan lupa juga untuk membersihkan dan merapikan rambut penis atau rambut pubis. Dipotong secukupnya dan jangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat karena jika lembab akan jadi tempat buat tumbuhnya jamur. Bersihkan juga bagian pangkal penis dan bagian testis atau buah pelir. Keringat dan rambut kemaluan dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau menyengat pada ketiak. Harus dibersihkan sesering mungkin untuk mencegah akumulasi keringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Pastikan pula area antara pangkal testis dan anus selalu bersih dan bebas dari bau.
Demikian juga jagalah kebersihan pakaian dalam. Seringlah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian dalam melekat pada penis. Yang terakhir, jagalah perilaku seksual Anda, janganlah berganti pasangan seksual dan tetaplah saling setia dengan pasangan Anda. [bbn/dr. Oka Negara/psk]

Penulis : Dokter Oka Negara

Editor : Robby


TAGS : Seksologi Okanegara Bali Sex Konsultasi



Seksologi Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Seksologi

Berita Bali TV