Rambut Kelamin Dibiarkan Lebat Atau Gundul? - Beritabali.com

Seksologi

Rambut Kelamin Dibiarkan Lebat Atau Gundul?

Minggu, 22 Desember 2019 | 08:55 WITA

beritabali.com/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tanya: “Dok, langsung saja ya, rambut kelamin sebaiknya dibiarkan atau malah dicukur habis? Soalnya suami bilang lebih bergairah kalau rambut kelamin saya lebih lebat, lebih seksi katanya. Tetapi teman teman saya sebaya meminta saya buat membersihkan sampai licin dan gundul. Menurut dokter, itu bagaimana? Saat ini sih saya cukup potong rapi saja, biar tidak terlalu lebat. Terima kasih” (Nita, 25)

Pilihan Redaksi

Jawab: Vagina harus dijaga kebersihannya. Selalu menjaga kebersihan vagina tidak hanya akan menguntungkan perempuan, tetapi juga pasangannya. Pada kenyataannya, banyak perempuan yang kurang memperhatikan kebersihan vagina dan sekitarnya dan ini dapat memicu risiko kesehatan yang cukup serius. Termasuk salah satunya adalah tidak memperhatikan bagaimana merawat rambut kelamin. Ketika sudah mulai puber atau menuju dewasa, setiap orang akan mengalami perubahan pada fisiknya, salah satunya adalah tumbuhnya rambut-rambut, termasuk rambut di kelamin, yang disebut dengan rambut pubis.
Apa yang dilakukan sebenarnya sudah cukup tepat, karena walaupun ternyata rambut pubis bisa menjadi daya tarik seksual juga bagi sebagian laki-laki, tetapi sudah seharusnya memang rambut pubisjangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat, karena jika terlalu lebat akan juga membuat area vagina dan sekitarnya menjadi lebih lembab sehingga mempermudah tumbuhnya jamur. Keringat dan rambut pubis dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau menyengat pada ketiak. Jadi memang harus dibersihkan sesering mungkin untuk mencegah akumulasi keringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Area antara vagina dan anus pun harus selalu bersih dan bebas dari bau berlebih.
Tentang mencabut rambut pubis,sebenarnya tidak akan menimbulkan akibat buruk apapun, selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan alat bantu yang kotor, misalnya menggunakan pinset yang kotor tentu saja bisa mengakibatkan iritasi atau bahkan infeksi. Demikian juga bila ingin mencabut keseluruhan rambut dengan menggunakan pencabutan menggunakan perekat khusus dengan cara “waxing”, selama alat dan bahan yang digunakan tidaklah kotor, akan sedikit akibat buruknya. Tetapi tentu saja proses pencabutan seperti ini akan menimbulkan rasa sakit. Yang kemudian perlu diingat adalah, jika seluruh atau sebagian besar rambut pubis dihilangkan sampai bersih, atau terlihat gundul, walau memang akan lebih mudah dibersihkan tetapi ada kemungkinan resiko lebih mudah mengalami perlecetan saat mengalami gesekan, baik itu saat berhubungan seksual atau gesekan dengan pakaian dalam. Dalam keadaan ini, rambut kelamin sesungguhnya bermanfaat untuk mencegah gesekan tersebut sekaligus menjaga kelembaban area sekitar vagina.
Akan lebih baik pilihan bisa dilakukan dengan menggunting atau mencukur rapi saja rambut pubis, dengan menyisakan sebagian rambut, jadi tidak dihabiskan semua. Dengan dicukur atau digunting rapi, tentu saja tidak akan terasa sakit, lebih praktis dan rambut pubis bisa menjalankan fungsinya untuk melindungi gesekan termasuk menjaga kelembaban seputar vagina. Dengan dipotong pendek dan rapi sekaligus juga bisa mencegah kejadian rambut pubis yang panjang yang bisa tertarik masuk saat berhubungan seksual, yang bisa memunculkan rasa nyeri juga saat itu.
Satu lagi, jangan lupa buat selalu menjaga kebersihan pakaian dalam. Seringlah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian dalam melekat juga pada rambut pubis atau langsung pada vagina jika rambut pubis dihabiskan. Sesungguhnya, upaya-upaya ini semua masuk ke dalam konsep merawat dan membersihkan kelamin yang perlu dilakukan dalam kaitan dengan hubungan seksual dan kebersihan organ seksual.

Penulis : Dokter Oka Negara

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Seksologi Okanegara Bali



Seksologi Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Seksologi

Berita Bali TV